Celana Saat Garis Puasa Weton

​Bagi sebagian orang Jawa yang masih melestarikan tradisi puasa weton (puasa pada hari kelahiran sesuai kalender Jawa), ada aturan dan celana ketat yang harus dijaga selama berpuasa agar tujuan tercapai dengan baik:

​Menghindari Amarah dan Perkataan Buruk: Dilarang berbohong, berkata kasar, mencaci maki, menggosip, atau menyakiti perasaan orang lain.

​Pantangan Makanan dan Minuman Tertentu: Umumnya dilarang mengonsumsi makanan yang bernyawa (daging atau unggas, tergantung jenis puasanya), tidak boleh merokok, serta menghindari minuman beralkohol atau kopi.

​Menahan Hawa Nafsu: Dilarang melakukan hubungan suami istri serta menjauhi segala perbuatan yang merugikan atau merugikan orang lain.

​Pamali Memberitahu Orang Lain: Ada kepercayaan bahwa puasa weton sebaiknya dilakukan secara sembunyi-sembunyi (tidak diperlihatkan kepada orang lain), kecuali dalam kondisi mendesak.

2. Celana dalam Hubungan Pernikahan (Kecocokan Weton)

​Dalam perhitungan Primbon Jawa untuk perjodohan, pertemuan hari Kliwon dengan weton tertentu seringkali dianggap memiliki pantangan atau memerlukan perhitungan matang (ruwat) agar terhindar dari kesialan rumah tangga:

​Weton Tertentu yang Dihindari: Beberapa kombinasi weton Kliwon jika disandingkan dengan pasangan berneptu tertentu diyakini jatuh pada hitungan yang kurang baik (seperti Satriya Wirang, Bumi Kapetak, atau Lebu Katiup Angin) yang dihubungkan dengan potensi sering berkomunikasi, masalah ekonomi, atau ketidakstabilan rumah tangga.

Hari Pernikahan: Hari pasaran Kliwon (khususnya Selasa Kliwon atau hari-hari tertentu yang berbenturan) terkadang dihindari untuk dijadikan hari akad nikah oleh sebagian masyarakat tradisional karena berpikir membawa aura atau energi yang terlalu berat bagi kedua mempelai.

3. Celana Perilaku dan Spiritual secara Umum

​Hari Kliwon (terutama malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon) sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas spiritual mistis masyarakat. Oleh karena itu, terdapat celana kultural yang kerap dipesankan kepada orang tua kepada anak-anaknya yang berweton Kliwon:

​Menjaga Ucapan (Luwes ing Laku): Orang berweton Kliwon sering diidentikkan memiliki sifat pemarah, pendendam, atau angkuh jika tidak bisa mengendalikan diri. Oleh karena itu, ada celana untuk sembarangan mengucapkan sumpah serapah karena dipercaya lebih mudah menjadi kenyataan (ucapan dadi pandonga atau sabda pahit).

​Pantangan Keluar Malam Sembarangan: Secara mitologis, malam Kliwon sering dianggap waktu perpindahan energi gaib yang kuat. Masyarakat sering mengingatkan agar tidak melakukan perjalanan atau keluar rumah seseorang ke tempat-tempat angker atau sepi tanpa tujuan yang jelas pada malam Kliwon.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *